v Kesimpulan tentang
apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya’
dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat
sekitar sekolah.
Sekolah sebagai
Ekosistem Pendidikan
Sekolah adalah sebuah bentuk
interaksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (unsur yang tak
hidup). Kedua Unsur ini saling berinteraksi satu sama lainnya sehingga mampu
menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis.
Biotik : Murid, Kepala
Sekolah, Guru, Staff TU, Pengawas, Orang tua murid, Masyarakat, Komite, Dinas
terkait, Pemerintah Daerah.
Abiotik : Keuangan, Sarana
prasarana dan lingkungan alam
Sumber Daya dikelola
dengan tepat dapat meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
Terdapat dua
pendekatan yang digunakan dalam mengelola Sumber Daya yaitu :
1.
Pendekatan Berbasis Kekuatan /Aset (Asset based
approach)
2. Pendekatan PKBA(Pengembangan Komunitas Berbasis Aset) / ( Aset Based Community Development)
v
Memetakan 7 aset modal utama yang terdiri dari :
1.
Modal Manusia
2.
Modal Sosial
3.
Modal Politik
4.
Modal Fisik
5.
Modal Finansial
6.
Modal Lingkungan/Alam
7.
Modal Agama dan Budaya
v Hubungan pengelolaan
sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.
Pembelajaran murid
menjadi lebih berkualitas, apabilapengelolaan sumber daya berbasis aset dengan
pemetaan 7 aset modal utama dilakukan secara maksimal dan sesuai dengan kebutuhan
murid
Misalnya :
Modal Manusia : Guru
yang mandiri, reflektif,Kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid akan
mendorong tumbuh kembang murid untuk menggali potensinya.
v Hubungan materi modul
3.2 dengan modul sebelumnya
Filosofi KHD : Sebagai pemimpin
pembelajaran dapat mengelola sumber daya yang ada dengan menyesuaikan kodrat
murid agar dapat mengalami pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan sehingga
tergali potensi yang ada pada murid.
Nilai guru penggerak yakni berpihak pada
murid, mandiri, kolaboratif, reflektif dan inovatif. Sehingga dapat menjadi
nilai positif yang dapat digunakan dalam
mengelola sumber daya agar tepat guna dan tepat
sasaran sehingga bisa
meningkatkan kualitas pembelajaran. Peran dari Guru penggerak yaitu sebagai
pemimpin pembelajaran
mewujudkan
kepemimpinan murid.
Dalam pengelolaan
sumber daya berdasarkan visi yang telah dirancang melalui tahapan
BAGJA akan dapat mengidentifikasi potensi dan kekuatan yang dimiliki oleh
setiap murid agar segera dapat dimaksimalkan dan diberdayakan
Dalam penerapan budaya
positif pemimpin pembelajaran perlu memahami aset yang dimiliki sehingga
penerapan budaya poistif lebih maksimal. Melalui kebiasaan baik yang membudaya
di sekolah inilah yang dapat dijadikan aset atau kekuatan sekolah.
Untuk dapat menggali
dan mengembangkan aset yang ada pada murid
sebagai pemimpin
pembelajaran perlu mengetahui apa saja kebutuhan belajar tiap individu murid.
Dan dalam pengelolaan sumber daya pemimpin pembelajaran perlu memiliki keterampilan
sosial emosional seperti kesadaran diri, manajemen diri, kesadaan sosial,
keterampilan berelasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Agar
tercipta lingkungan belajar yang lebih positif.
Coaching sangat diperlukan
dalam menggali kekuatan yang ada pada diri murid untuk menemukan solusi dari
masalah yang dihadapi oleh siswa terkait pemanfaatan sumber daya.
Pengambilan keputusan yang tepat untuk
mengelola sumber daya adalah keterampilan yang perlu dimiliki agar sesuai
dengan nilai-nilai kebajikan dan berpihak pada murid.
v Hubungan antara
sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini, serta pemikiran apa yang sudah
berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul
ini.
Sebelumnya saya memiliki cara
pandang pendekatan berbasis kekurangan/masalah (deficit-based approach) yang
dimana memusatkan perhatian pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang
tidak berfungsi dengan baik. Mengeluhkan sarana prasarana yang kurang baik,
sekolah yang tidak memiliki perpustakaan. Sehingga menganggap bahwa sekolah
tidak memiliki peluang atau kekuatan.
Setelah mempelajari modul
ini cara pandang saya berubah, saya memiliki cara pandang yang berbasis aset,
dimana saya tidak lagi memandang kekurangan yang ada di sekolah. Tetapi saya
berpikir apa yang ada disekolah yang bisa menjadi kekuatan untuk menutupi
kekurangan yang ada disekolah yang bisa dikembangkan, dioptimalkan untuk
mewujudkan visi sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar